Total Pengunjung

AYO MEMBACA ALQURAN SECARA BERMAKNA UNTUK MENATA KEHIDUPAN SEMESTA !!

Sabtu, 07 Mei 2011

PENGERTIAN DAN FUNGSI ALQURAN

Menurut pendapat yang paling kuat, “Qur’an” berarti “bacaan”, asal kata qara’a. Kata Al Quran itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca). Di dalam Al Quran sendiri ada pemakaian kata “Qur’an” dalam arti demikian sebagaimana tersebut dalam surah Al Qiyamah [75] ayat 17-18:
"Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. 018. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu." (QS. Al Qiyamah [75] ayat 17-18).

Dan semua ulama sepakat memberikan definisi Al Quran, yaitu: Kalam Allah yang merupakan mu’jizat yang diturunkan/diwahyukan kepada Muhammad Rasulullah dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.
Tidak ada persoalan dalam pengertian yang telah engkau ketahui secara umum sebagaimana dijelaskan sebelum ini. Hanya saja yang perlu dipertajam pengertiannya adalah fungsi Al Quran sebagai mu’jizat, dan kini mu’jizat itu ada ditanganmu. Bayangkan, jika tongkat Nabi Musa ada dalam genggamanmu, lalu apa yang akan engkau lakukan? Kini, mu’jizat Nabi Muhammad ada dalam genggamanmu, lalu apa yang akan engkau lakukan? Apakah ketika Al Quran ada ditanganmu, ia tidak lagi berfungsi apa-apa? Benar, engkau bukanlah seorang Rasul, tetapi engkau adalah penerus tugas kerasulan. Oleh karenanya engkau membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh seorang Rasul dalam berdakwah menyampaikan ajaran Tuhannya.

Agar Al Quran yang ada ditanganmu bermakna, engkau harus mengenalinya dengan benar dan lengkap, apakah Al Quran itu?
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah [2] ayat 185)

Ayat tersebut di atas, didukung oleh QS. 75:17-18, memberikan definisi Al Quran dalam pengertian khusus sebagai berikut: 1) sesuatu yang dibaca untuk diketahui/diperoleh petunjuk/ajara nnya (Al Quran Hudan li An Naas), 2) Al Quran adalah sekumpulan ajaran yang saling menjelaskan agar dapat dipahami maksud dan tujuannya (Al Quran Bayyinaat min Al Huda), 3) Al Quran adalah alat untuk membedakan/memisahkan satu sama lainnya (Al Furqan).

Al Quran Hudan li An Naas

Dalam batasan ini, Al Quran adalah sesuatu yang dapat engkau baca (QS. 75:17-18) agar engkau memahami sesuatu dari bacaan tersebut (QS. 12:2) sehingga menimbulkan pengajaran bagimu (QS. 20:113). Kemudian engkau membacakannya kepada orang lain agar mereka mendengar kabar gembira atau peringatan bagi mereka (QS. 17:105-106) lalu mereka dapat berkata, bahwa mereka telah mendengar bacaan yang menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar (QS. 72:1-2)


"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa bacaan berbahasa Arab, agar kamu dapat memahami sesuatu darinya." (QS. Yusuf [12] ayat 2) "Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka." (QS. Thaahaa [20] ayat 113) "Dan Kami turunkan (Al Qur'an itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur'an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Al Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (QS. Al Israa’ [17] ayat 105-106) "Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an), lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami," (QS. Jin [72] ayat 1-2)

Al Quran Bayyinaat Min Al Huda.

Sebagai kitab petunjuk kehidupan yang diturunkan oleh Allah: Pembimbing kehidupan semesta, ajaran Al Quran harus dapat dipahami dengan benar dan jelas. Sebagai kitab ajaran kehidupan, Al Quran tidak bersifat rahasia atau samar-samar yang dapat menimbulkan salah pengertian. Dalam batasan ini, Al Quran adalah sekumpulan ajaran yang saling menjelaskan agar dapat dipahami maksud dan tujuannya dengan jelas.

"Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat Kami kepada kaum yang yakin." (QS. Al Baqarah [2] ayat 118) "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila`nati Allah dan dila`nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela`nati," (QS. Al Baqarah [2] ayat 159) "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya." (QS. Ali Imran [3] ayat 118)

Jadi semua petunjuk kehidupan sudah dijelaskan dalam Al Quran oleh Allah: pembimbing kehidupan semesta. Engkau hanya perlu membacanya dengan benar, lalu engkau mendapat banyak petunjuk, lalu engkau sikapi petunjuk-petunjuknya. Itu berarti engkau mengetahui maksud dari apa yang engkau baca (QS. 2:121).

Ah, barangkali engkau akan bertanya: lalu apakah yang menyebabkan para pembaca Al Quran berbeda-beda pendapat tentang maksud Al Quran? Dan oleh sebab perbedaan itu mereka saling berpecah belah? Duhai, perpecahan dikalangan pembaca Al Quran bukanlah disebabkan oleh ajaran Al Quran yang masing samar-sama, tetapi disebabkan oleh rasa saling benci dan dengki di antara mereka. Perhatikan ayat berikut ini:

"Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus." (QS. Al Baqarah [2] ayat 213)

Ayat-ayat Al Quran sudah saling menjelaskan satu sama lainnya, tinggal bagaimana seorang pembaca Al Quran menyiapkan diri agar mampu membacanya dengan benar. Nah, keseluruhan tulisan ini adalah upaya menyiapkanmu untuk dapat membaca Al Quran sebagaimana mestinya, karena itu ada baiknya engkau membaca kembali dari awal pembahasan tulisan ini, sampai akhirnya nanti.

Al Furqan.

Banyak ayat yang menjelaskan bahwa Al Quran diturunkan sebagai Al Furqan.

"Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. Sebelum (Al Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa)." (QS. Ali Imraan [3) ayat 1-4) "Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam," (QS. Al Furqaan [25] ayat 1)


Bahkan, di masa Muhammad Rasulullah pernah terjadi hari Al Furqan, yaitu pada hari yang sama dengan turunnya Al Quran.

"Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," (QS. Al Anfaal [8] ayat 42) "Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) sebagai keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah [2] ayat 53)

Mengapa Al Quran disebut juga Al Furqaan? Karena, ketika Al Quran dibacakan, ia mampu antara: baik dan buruk, benar dan salah, terang dan gelap, golongan Allah dan golongan setan, pendukung kehidupan Jannah dan pendukung kehidupan Nar.

"Sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil," (QS. Ath Thaariq (86) ayat 13)

Bisa juga dikatakan bahwa Al Furqaan adalah potensi/kemampuan yang Allah berikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Mengapa hanya diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa? Karena hanya orang-orang yang bertaqwalah yang mampu membaca Al Quran sebagai petunjuk kehidupan. Oleh karenanya, dengan petunjuk Al Quran, mereka mampu membedakan antara yang hak dan yang batil. Pahami keterkaitan ayat-ayat berikut ini:

"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," (QS. Al Baqarah [2] ayat 2) "sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil," (QS. Ath Thaariq (86) ayat 13) "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Al Anfaal [8] ayat 29)

4 komentar:

  1. Assalamualaikum.....Lebih baik cari persamaan dari pada perbedaan, lebih baik kita bersatu dari pada berpecah2.....Satu kan hati demi tegaknya kalimah ALLAH di Bumi Indonesia ini....ALLAHUAKBAR

    BalasHapus
  2. Wa'alaikum salam... Anda benar, persamaan yang kita cari adalah persamaan yang telah digariskan dal QS.3:64, Katakanlah " Wahai ahlul-kitab! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu.”
    yaitu bahwa jangan lah kita menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebahagian dari kita akan sebahagian menjadi Tuhan-tuhan selain dari Allah. Maka jika mereka berpaling, hendaklah kamu katakan: Saksikanlah olehmu, bahwasanya kami ini adalah orang-orang yang Islam.

    BalasHapus
  3. Definisi yang diuraikan di atas baru menyangkut sebagian kata Alquran yang tersurat di dalam Alquran. Ada banyak kata Alquran di dalam Alquran yang pengertiannya bulan seperti itu. Silakan periksa salah satu ayat hamper di ujung Surat Alhasyr "Seandainya Kami turunkan Alquran ini ke atas sebuah gunung niscaya kamu melihatnya tertunduk, hancur lebur karena takut kepada Alloh". Ya Pak ya ayat ini tidak merujuk kepada Alquran yang berupa buku, tetapi Alquran yang lain.

    BalasHapus
  4. Perhatikan ujung ayatnya (QS.AlHasyr ayat 21): .... Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpkir. Tapi baiklah, barangkali menurut anda ada Alquran yang lain? bisa dijelaskan dengan uraian yang memadai? forum ini disediakan agar kita bisa saling berbagi ilmu dan nasihat.

    BalasHapus